Teacher's response to curriculum changes in madrasah learning

Authors

  • Hanafi Pelu Balai Diklat Keagamaan Makassar, Indonesia
  • Rosmiati Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Seram Bagian Barat

Keywords:

teachers’ response, curriculum, learning, madrasah

Abstract

This paper aims to explain the teachers’ reaction to curriculum changes in Madrasah learning.  The qualitative research method will be applied in this study where researchers will describe data in the form of phrases rather than statistics. While descriptive research is commonly utilized by researchers. Descriptive types only explain phenomena, symptoms, events, and episodes that occur in certain populations or communities. According to the conclusions of this study, learning tools are the compass and forward and backward directions of educational institutions in Indonesia, particularly in Madrasas. Learning tools can be helpful in gaining success and success in implementing learning programs in certain educational units. Looking at the times, compiling a curriculum is not a simple task, but the curriculum is developed based on the needs for the development of a country's educational quality. Furthermore, the curriculum is a notion that must rise to meet all obstacles, yet changes to the curriculum cannot be avoided due to the necessity. Curriculum design is critical because education can meet the requirements of society. As a learning designer, the teacher must begin with a modest and concrete problem, such as the problem of the Madrasah environment. However, the teacher must also think broadly and be visionary. Teachers must remain professional in their tasks even when the curriculum in Indonesia changes, and they must provide a stimulating learning environment so that students feel challenged and like studying.

References

A. M. Sardiman. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja. Grafindo Persada.

Abuddin Nata. (2005). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama.

Ahmad Rohani. (2004). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Ali Mudlofir. (2012). Aplikasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dan Bahan Ajar Dalam Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

B. Akbar&N. Rustaman. (2011). Kemampuan mahasiswa PGSD dalam keterampilan proses sains dan pengembangan instrument penilaianya. Jakarta: Uhamka.

Bafadal, Ibrahim. (2004). Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara.

Dakir. (2004). Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Darise. (2019). Implementasi Kurikulum 2013 Revisi sebagai solusi alternatif pendidikan di Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Jurnal Ilmiah Iqra’, 13(2), 41.

Depdiknas RI. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia,. Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdiknas RI.

Ferry Doringin. (2022). Penyesuaian Kurikulum Dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. X. Issu 2. Mei-Agustus, 255.

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Hanafi Pelu & Muh. Zainal. (2022). Komunikasi Interaktif Melalui Metode Cas-Cis-Cus. Jurnal Ilmiah Nizamia Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Volume 04, No. 2, April, 174.

Hanafi Pelu & Nur Wafia Nur. (2022). Applying Religious Moderation in Learniing English at Madrasah. Educandum: Volume 8 Nomor 2 November, 245.

Hasyim Hasanah. (2016). Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). Jurnal at-Taqaddum, Volume 8, Nomor 1, Juli, 26.

Husni Rahim. (1998). Madrasah Dalam Politik Pendidikan Di Indonesia, (Ciputat: PT Logos Wacana Ilmu). Mustofa Syarif dan Juanda Abubakar (eds.), Visi Pembaruan Pendidikan Islam H. A. Malik Fadjar. Jakarta: LP3NI).

Ibrahim Nasbi. (2017). “Manajemen Kurikulum : Sebuah Kajian Teoritis”. Jurnal Idaarah. Vol. 1, No. 2, Desember, 319.

Ilham R. Arvianto & Yosef Murya K. Ardhana. (2019). Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Upaya Menuju Era Industri 4.0. de Fermat; Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 | No. 2 Desember, 94.

Jogiyanto. (2007). Pembelajaran Metode Kasus. Yogyakarta: CV Adi Offset.

John Creswell. (2016). Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Metode Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

John Leksi Moleong. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

KemenDikBud. (2005). Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: KemenDikBud.

KemenDikNas RI. (2003). Undang-undang Sisdiknas nomor 23 tahun 2003 BAB XI Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: KemenDiknas RI.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2012). Dokumen Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.

La Uba & Hanafi Pelu. (2020). Implementasi Pendidikan Moderat terhadap Pemahaman Guru dalam Pembealajaran di Madrasah Aliyah Negeri 4 Maluku Tengah. Uniqbu Journal of Social Sciences (UJSS) Volume 1 Nomor 3, Desember 2020, 13-25.

Maksum. (1999). Madrasah Sejarah dan Perkembangannya. Jakarta: PT. Logog Wacana Ilmu.

Maulana Akbar Sanjani. (2020). Tugas dan Peranan Guru dalam Proses Peningkatan Belajar Mengajar. Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan Vol.6, No.1, Juni, 35.

Mawardi. (2019). Optimalisasi Kompetensi Guru dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Didaktika Agustus 2019 Volume. 20, No. 1, 70.

Mhd. Syahdan Lubis. (2021). Belajar dan Mengajar Sebagai Suatu Proses Pendidikan yang Berkemajuan. Jurnal Literasiologi Volume 5 No. 2, Januari - Juni, 96.

Nasution. (1998). Asas-asas Kurikulum. Bandung: CV. Jemmass.

Ramayulis. (2013). Profesi dan Etika Keguruan. Jakarta: Kalam Mulia.

Razali M. Thalib dan Irman Siswanto. (2015). “Inovasi Kurikulum Dalam Pengembangan Pendidikan (Suatu Analisis Implementatif)”. Jurnal Edukasi, Vol. 1, No. 2, July, 218.

Roestiyah NK. (2001). Masalah-Masalah Ilmu Keguruan Cet k IV. Jakarta: Bina Aksara.

Schubert. (1986). Curriculum Prespective, Paradigm, and Posibility. New York: McMillan Publishing Company.

Sofiyah. (2018). “Prinsip — Prinsip Pengembangan Kurikulum dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”. Jurnal Pendidikan Agama Islam Edureligia. Vol. 2 No. 2, Juli-Desember, 123.

Subandiyah. (1993). Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta: Grafindo Persada.

Suharsi Arikunto. (2016). Prosedur Penelitian: Suatu Pendendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Syaodih & Nana Sukmadinata. (2000). Pengembangan kurikulum : teori dan praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Trisutrisno Hadi. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Zainal Abidin (Ed). (2009). Pendidikan Agama Islam Dalam Perspektif Multikulturalisme. Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta.

Downloads

Published

2023-06-01

How to Cite

Pelu, H., & Rosmiati. (2023). Teacher’s response to curriculum changes in madrasah learning. 12 Waiheru, 9(1), 1–11. Retrieved from https://journal.bdkambon-kemenag.id/index.php/12waiheru/article/view/41

Issue

Section

Articles